HUBUNGAN PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN SIKAP NASIONALISME DENGAN KOMITMEN MEWUJUDKAN PERSATUAN DAN KESATUAN DI SMA MUHAMMADIYAH KOTA DEPOK
DOI:
https://doi.org/10.47652/metadata.v4i2.295Kata Kunci:
Komitmen, profil pelajar Pancasila, sikap nasionalismeAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterhubungan antara Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah Kota Depok dengan kemampuan siswa terhadap penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap Nasionalisme. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 sampai Mei 2022. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 75 responden yakni siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok.Dalam penelitian ini ada 3 variabel yaitu 1 variabel terikat Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) dan 2 variabel bebas yakni Penerapan Profil Pelajar Pancasila (X1) dan Sikap nasionalisme (X2). Berdasarkan riset di lapangan latar belakang penelitian ini karena adanya fenomena yang terjadi di SMA Muhammadiyah di Kota Depok, seperti terdapat siswa yang belum khidmat saat mengikuti kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih, datang terlambat masuk sekolah, tidak berseragam sekolah lengkap, perilaku bullying, dan perilaku tidak disiplin lainnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan polemik dan dapat menghambat komitmen siswa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Adapun hasil pengujian hipotesis tentang hubungan antara Penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan berpola linear, mempunyai arah positif dan sangat signifikan, memiliki koefisien korelasi antara variable X1 dengan Y sebesar (r x₁y) = 0,854 dan memiliki koefisien korelasi antara variable X2 dengan Y sebesar (r x₂y) = 0,895, serta koefisien korelasi ganda (R yx₁x₂) = 0,827. Hal ini berarti Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme memberikan kontribusi sebesar 80,79% kepada meningkatnya atau menurunnya komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.Dengan demikian terdapat hubungan signifikan antara Penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah Kota Depok.
Referensi
Darma, Agus. Perencanaan Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2000 Daud, Abu Busroh, Ilmu Negara. PT Bumi Aksara, Jakarta.1990
Dimyati dan Mujdiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta 2009
E. Mulyasa. Kurikulum Yang Disempurnakan Pengembangan Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2009
Gerungan, W.A. : Psikologi Sosial. Bandung: PT Eresco.1991
Kusnardi, Moh,S.H dan Ibrahim, Harmaily,S.H. Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan CV Sinar Bakti. Jakarta: November 1981
Musa, Ali Mansyur. Nasionalisme di Persimpangan. Jakarta : Erlangga, 2011
Nurkancana,Wayan dan Sumartana, Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya: Usaha Nasional. 2007
Purwanto, Ngalim. Administrasi Pendidikan.Jakarta:Mutiara. 2000
Poesprodjo. Beberapa Catatan Pendekatan Filsafatinya. Bandung: Remaja Karya. 2007
Renan, Ernest. Etnis Cina Indonesia dalam Politik. Yayasan PustakA Obor Indonesia. 2012
Riyono. Hubungan Sikap Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri Bengkayang Dalam Pembelajaran Matematika. Pontianak : FKIP UNTAN.2005
Sudjana, Nana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung :PT Remaja Rosdakarya. 2010
Sukadi, Arif Sadiman. Beberapa Aspek Pengembangan sumber Belajar. https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/struktur-kurikulum-merdeka-belajar-sma
Sugianto, S., Soemitra, A., Yafiz, M., Dalimunthe, A. A., & Ichsan, R. N. (2022). The Implementation of Waqf Planning and Development Through Islamic Financial Institutions in Indonesia. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 8(2)